Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh ... Selamat Datang di Website Masjid Jami' Ar Rahman Terogong │ Mari Bersama Makmurkan Masjid

Sholat Sunnah Safar dan Do`a Hendak Bepergian

Shalat sunah safar dikerjakan di rumah, ketika hendak berangkat safar (bepergian jauh), Jumlahnya dua rakaat. Tata caranya sama dengan shalat sunah pada umumnya…dan berniat :

أُصَلِّي سُنَّةَ السفر رَكْعَتَين ِللهِ تَعَاليَ
Saya niat shalat safar dua rakaat karena Allah.
BACAAN SHALAT SAFAR 
Bacaan saat shalat safar sama dengan shalat lain. Yaitu, surat al-fatihah dan surat pendek.
1. Surat Al-Fatihah (wajib).
2. Surat pendek (sunnah/tidak wajib)
3. Tahiyat (tasyahud) saat duduk rakaat terakhir.
Bacaan Quran selain Al-Fatihah yang dianjurkan adalah: Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Dalilnya adalah hadis dari Abu Hurairah; Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallambersabda,
إِذَا خَرَجْتَ مِنْ مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَخْرَجِ السُّوْءِ وَإِذَا دَخَلْتَ إِلَى مَنْزِلِكَ فَصَلِّ رَكْعَتَيْنِ يَمْنَعَانِكَ مِنْ مَدْخَلِ السُّوْءِ
Jika engkau keluar dari rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang dengan ini akan menghalangimu dari kejelekan yang berada di luar rumah. Jika engkau memasuki rumahmu maka lakukanlah shalat dua rakaat yang akan menghalangimu dari kejelekan yang masuk ke dalam rumah.” (H.R. Al-Bazzar; dinilai sahih oleh Al-Albani)
Ilustrasi
Rasulullah SAW apabila telah berada di atas untanya akan bepergian beliau bertakbir tiga kali, lalu berdoa :
دعاء السفر
الله أكبر، الله أكبر، الله أكبر
: سُبْحَانَ الَّذِى سَخَّرَ لَنَا هذَا وَ مَا كُنَّا لَه مُقْرِنِيْنَ وَ اِنَّا اِلَى رَبّنَا لَمُنْقَلِبُوْنَ. اَللّهُمَّ اِنَّا نَسْأَلُكَ فِى سَفَرِنَا هذَا اْلبِرَّ وَ التَّقْوَى وَ مِنَ اْلعَمَلِ مَا تَرْضَى، اَللّهُمَّ هَوّنْ عَلَيْنَا سَفَرَنَا هذَا وَاطْوِ عَنَّا بُعْدَهُ، اَللّهُمَّ اَنْتَ الصَّاحِبُ فِى السَّفَرِ وَ اْلخَلِيْفَةُ فِى اْلاَهْلِ، اَللّهُمَّ اِنّى اَعُوْذُ بِكَ مِنْ وَعْثَاءِ السَّفَرِ وَ كَآبَةِ اْلمَنْظَرِ وَ سُوْءِ اْلمُنْقَلَبِ فِى اْلمَالِ وَ اْلاَهْلِ. وَ اِذَا رَجَعَ قَالَهُنَّ وَ زَادَ فِيْهِنَّ: آيِبُوْنَ تَائِبُوْنَ عَابِدُوْنَ لِرَبّنَا حَامِدُوْنَ.
 Rasulullah SAW apabila telah berada di atas untanya akan bepergian beliau bertakbir tiga kali, lalu berdoa (yang artinya), ”Maha suci Allah yang telah menundukkan semua ini bagi kami padahal kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Dan sesungguhnya kami akan kembali kepada Tuhan kami. Ya Allah, sesungguhnya kami memohon kepada-Mu dalam perjalanan kami ini kebaikan, taqwa dan amal yang Engkau ridlai. Ya Allah, berikanlah kemudahan kepada kami dalam perjalanan kami ini, dan dekatkanlah bagi kami jauhnya perjalanan. Ya Allah, Engkaulah yang bersama kami dalam perjalanan dan yang memelihara keluarga yang ditinggal. Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari kesulitan perjalanan dan dari pandangan yang menyedihkan dan tempat kembali yang tidak menyenangkan pada harta dan keluarga”. Apabila beliau kembali, beliau membaca seperti itu pula dan beliau menambahkan (yang artinya), “Kami kembali, kami bertaubat, kami beribadat dan kepada Tuhan kami, kami memuji”. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Adbox